Sunday, October 11, 2020

3.9. Konstruksi pengetahuan

 3.9. Konstruksi pengetahuan

1.    Teori dalam pendidikan

Teori Ilmiah

Apa teori ilmiah? Apa fungsinya?

Apakah kekurangan dari teori tentang kemampuan ilmiah?

Atau apakah karena kurangnya pengetahuan suatu bidang?

Atau hanya tentang perepsi atau pandangan?

Atau apakah tentang institusi dalam penjelasan?

Hal ini dan lainnya adalah penyangkalan teori yang jauh dari apa itu konsep ilmiah tentang pengetahuan dan aktivitas kehidupan, yang telah dipengaruhi oleh kemajuan, yang kemudian teori-teori ini dijadikan paduan dalam perkembangannya dengan batasan pemikiran yang teratur. Dengan cara ini ada sedikit perbedaan dan kemajuan besar dalam ilmu pengetahuan alam yang dapat dikaitkan dan dirumuskan antara nilai, teori yang baik. Semua itu merupakan titik awal dari pengamatan lanjutan tentang sebuah pemikiran.

Perbedaan definisi teori adalah cara untuk meninjau sebuah pengertian dan perbedaan diantara keduanya. Seperti yang dikatakan Zais dari Kerlinger yang mendifnisikan teori sebagai kumpulan konsep, definisi, dan asumsi yang saling terkait yang memberikan pandangan sistematis tentang sebuah fenomena, itu berlaku dalam mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi masing-masing dan hubungan antara variabel ini untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena ini. (kitab al-Manhaj hal 47)

2.      Teori pendidikan

Pendidikcenderungmelihatteorisebagaipedomanuntukbertindak, dansebagaipedomanketikamembuatkeputusanataumengambiltindakan, daniniadalahkonsepTeoriFraktisdalamPendidikan yang dianjurkanoleh Hearst, dandalamhalinimerekabertemudenganpandanganfisikawan modern tentangkonsepteori, seperti yang telahkitalihat.  Sepertihalnyapenelitisainsmenggunakanteorisebagaipedoman yang mengarahkandanmendorongpenelitiandaneksperimentasilebihlanjut, danmembantudalammencapainya. Demikian pula penelitimelihatpadatanah; iamenggunakanteorisebagaipedoman yang mengarahpadapenelitianlebihlanjutdanmembangunteori ... seperti yang digunakaninsinyurlistrikTeoriilmiahdimaksudkanuntukmemajukanpenelitianteoritis, atauuntukmembangunlebihbanyakteori, tetapiiamengekstraknyasebagaipedomankerjadalammerancang generator listrikuntukpembangkitlistrik, misalnya, sepertihalnyadenganmaksuduntukrencanakurikulum.  Dan pengambilankeputusantentangadministrasisekolah.Teoriilmiahsangatbergantungpadakebenaranabadi, tetapilebihpadarepresentasiterbaikdariapa yang kitamilikidalamterangpengetahuandanpengalaman, danmungkinadabeberapateoridenganmaksudsatuhal.  Diaberkata: Yang benaradalahbahwaketikaadabanyaksegi, demikianjugahalnyadenganmelupakan, karenateoripendidikandianggapsebagairepresentasi paling representatifdarimasalahdanfenomenapendidikandalamterangpengetahuandanpengalamankitasaatini.  Teoripendidikandapatdidefinisikansebagaisekumpulanistilah, asumsidankonstruksi mental lainnya, yang secaralogissalingberhubungan, danyang mewakilipandangansistematisdarifenomenapendidikan, danteoripendidikandarisetengahfenomena

Sumber: Ibrahim Bayuni Amirah, كتاب المنهج وعناصره, (Kairo: Dar al Ma'arif, 1991), halaman : 68

No comments:

Post a Comment

MAKALAH BAB 10 METODE EVALUASI

  TERJEMAHAN BAB 10 KITAB AL MANHAJU WA ‘ANAṢIRUHU METODE EVALUASI Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajemen Kurikulu...